TIPS MEMILIH JASA PENGIRIMAN BARANG SAAT BERBELANJA ONLINE

Maraknya transaksi online memicu peningkatan penggunaan jasa pengiriman barang, sehingga kini banyak bermunculan bisnis jasa pengiriman barang yang menawarkan sejumlah fasilitas dan keuntungan.Adabeberapa tips yang bisa anda perhatikan saat memilih menggunakan jasa pengiriman yang menjamin keamanan dan kenyamanan, berikut tipsnya :

 
  • Pilihlah Perusahaan Jasa Pengiriman Barang yang memiliki  kantor yang jelas dan jaringan distribusi yang luas, memiliki banyak kantor perwakilan di sebagian besar kota di Indonesia, atau di luar negeri.
  • Pilihlah Perusahaan Jasa Pengiriman Barang yang telah berpengalaman lama dan memiliki banyak pelanggan atau sering dipercaya oleh perusahaan besar untuk pengiriman barangnya
  • Pilihlah Perusahaan Jasa Pengiriman Barang yang mudah dicek bukti resi pengirimannya, baik via tracking resi di website-nya, atau cek via telepon di kantornya.
  • Pilihlah Perusahaan Jasa Pengiriman Barang yang menjamin keamanan barang, baik dari segi packing, segi cara transportasi pengiriman, segi distribusi barang ke alamat, sehingga barang bisa datang tepat waktu dan dalam keadaan tetap baik.
  • Jangan tergiur dengan tarif pengiriman murah, sebaiknya pentingkan keselamatan barang.

Berikut ini beberapa alternatif Jasa Pengiriman Barang yang bisa anda gunakan saat berbelanja online.

 JNE 

JNE merupakan perusahaan dalam bidang kurir ekspres dan logistik yang bermakas di Jakarta,Indonesia. Nama resmi adalah Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (Tiki JNE) tetapi namanya sudah terkenal dengan nama JNE. Perusahaan ini salah satu perusahaan kurir yang terbesar diIndonesia. H. Soeprapto Suparno bersama Johari Zein mendirikan perusahaan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau biasa yang dikenal dengan Tiki JNE pada tanggal 26 November 1990. Perusahaan ini memulai kegiatannya dengan delapan karyawan dan modal 100 miliar rupiah. Pusat kegiatan usahanya yaitu penanganan kegiatan kepabean, impor kiriman barang, dokumen, serta pengantaranya dari luar negeri keIndonesia. Tahun 1991, JNE memperluas jaringan internasional dengan bergabung sebagai anggota asosiasi perusahaan-perusahaan kurir beberapa negara Asia (ACCA) yang bermarkas di Hongkong yang kemudian memberi kesempatan kepada JNE untuk mengembangkan wilayah antaran sampai ke seluruh dunia. JNE juga memperluas jaringan domestic dengan jaringan domestiknya TIKI. JNE mendapat keuntungan persaingan dalam pasar domestic. JNE juga memperluas pelayanannya dengan logistik dan distribusi. Selama bertahun-tahun TIKI dan JNE berkembang menjadi dua perusahaan yang punya arah sendiri. Karena itu, keduanya menjadi saingan dan akhirnya JNE menjadi perusahaan sendiri dengan manajemen sendiri. JNE meluncurkan logonya sendiri pada tahun 2000 dan berpisah dari TIKI. JNE lalu berusaha melakukan inovasi dengan memberikan layanan yang berbeda dengan TIKI. Kesan awal, masyarakat menganggap layanan JNE lebih mahal dari yang lainnya, ini karena segemen yang dibidik memang segmen premium, namun JNE melengkapi pelayanannya dengan berbagai fasilitas/kemudahan. Pengembangan produk dan layanan yang berbeda di JNE antara lain menyediakan jasa kurir, logistic, money remittance hingga jasa kargo. JNE menemukan banyak layanan baru yang tidak terpikir oleh jasa-jasa pengiriman sebelumnya, support teknologi yang andal seperti fasilitas tracking bukti resi, yang memudahkan customer untuk setiap saat memantau posisi barang kirimannya. JNE lalu membeli gedung pada tahun 2002 dan mendirikan JNE Operations Sorting Centers. Tahun 2004 JNE membeli gedung baru yang merupakan kantor pusat JNE , kedua gedung ini berada diJakarta. Dari tahun ke tahun, pertumbuhan bisnis JNE semakin baik, bahkan di atas rata-rata pertumbuhan industri. Industri sendiri bertumbuh hanya sebesar 10% – 15%, namun bisnis JNE tumbuh hingga 20% tiap tahunnya. Resep keberhasilan JNE adalah tidak mau menunggu konsumen. Lebih baik, JNE menjemput bola. Kurir JNE langsung menjemput barang ke rumah konsumen yang ingin mengirimkan barang. Hanya dengan menelepon, kurir pasti datang ke rumah. Kalau masih kuatir nilai barang tidak sesuai dengan nilai 10x pengiriman, JNE menganjurkan agar konsumen untuk mengansuransikan barangnya. JNE berkomitmen memberikan layanan yang terbaik. Standar JNE, kalau sampai perusahaan asuransi tidak membayar klaim sesuai hari yang ditentukan, JNE bersedia menggantikan dengan membayar klaim konsumen. Bagi JNE, barang sampai tujuan pelanggan adalah harga mati. Selain itu, sebanyak 170 titik jaringan yang sudah online. Ini memudahkan JNE dan pelanggan untuk mengawasi pengiriman barang. Satu lagi layanan inovatif dari JNE, Pesona. Pesona adalah pesanan oleh-oleh Nusantara. Setiap orang bisa saling mengirimkan makanan khas daerah tertentu ke sanak keluarga di daerah lain. Contoh, mau kasih oleh-oleh kerupuk bangka ke keluarga diJakarta. Anda cukup telepon JNE dan JNE akan carikan toko kerupuk yang terkenal diBangka dan segera dikirimkan. Bahkan, es krim-pun bisa dikirimkan melalui JNE. JNE banyak melakukan inovasi-inovasi unggul lainnya. JNE sekarang membuka bisnis baru yakni trucking. Ini adalah layanan pengiriman barang-barang kebutuhan pokok. Layanan trucking ini dilengkapi dengan GPS agar terpantau. JNE juga bekerjasama dengan perusahaan pengiriman barang, UPS. Konsumen bisa mengirimkan barang ke luar negeri lewat UPS ini. Rencana selanjutnya, JNE berencana terjun ke bisnis surat-menyurat di bawah 500 gram. Bisnis yang sebelumnya dimonopoli PT. Pos Indonesia, dengan pencabutan aturan ini maka membuka peluang bagi JNE. JNE saat ini tinggal menunggu aturan pemerintah yang mengatur soal bisnis ini. Saat ini JNE didukung oleh lebih dari 1000 karyawan dan tidak kurang dari 1.500 gerai yang tersebar luas diIndonesia. Kehandalan JNE juga telah dibuktikan dengan diraihnya berbagai bentuk penghargaan serta sertifikasi ISO 9001:2000 atas jasa layanan yang telah diberikan. Layanan terbaik adalah harga mati bagi JNE. Karena itu, sangat wajar kalau JNE punya SDM yang handal. Bahkan departemen HRD mempunyai empat divisi yaitu intelektual (berhubungan dengan pekerjaan), training (bertugas untuk kegiatan outbound dan memberikan training), spiritual (mengatur kegiatan keagamaan), dan fisikal (berhubungan dengan aktivitas kebugaran badan karyawan). Pemimpin perusahaan JNE berkata, “Setiap masa selalu ada tantangannya, tapi kita tetap harus maju menghadapi tantangan itu.”

TIKI

PT TIKI dulunya dikenal sebagai CV Titipan KILAT. Didirikan pada tanggal  1 September 1970 dengan Soeprapto dan Ny Nuraini Soeprapto. Menjelang tahun 1972, kegiatan usaha TIKI telah mencapai kota Pangkal Pinang (Sumatera), Semarang (Jawa Tengah) dan Surabaya (Jawa Timur) dengan jumlah armada dan personil. Pada tahun 1972, perusahaan itu melalui restrukturisasi manajemen ,bekerja sama dengan almarhum Irawan Saputra, Gideon Wiraseputra, dan Raphael Rusmadi, yang kemudian menjadi pemegang saham lain. Bersama dengan perkembangan perekonomian Negara TIKI menjadi lebih kuat dan secara bertahap membuka cabang baru di provinsi-provinsi. Hanya dalam waktu satu setengah tahun, TIKI bisa melayani semua tempat di seluruh bangsa. Untuk menjamin pelayanan yang terbaik, TIKI memiliki poin layanan yang lebih dari 800 mampu mencapai berbagai tujuan di dalam negeri maupun luar negeri. Dengan dukungan ribuan personil terlatih dan armada transportasi yang tersebar di seluruh nusantara, TIKI adalah pemimpin dalam industri ekspres udara di Indonesia.  PT TIKI didukung oleh PT Titipan KILAT Suprapto sebagai unit anak perusahaan untuk kargo yang menangani Domestik dan Internasional udara, laut dan darat forwarding barang, serta bergerak, dan layanan ekspor impor. TIKINDO dan TIKITA yang menangani jasa perjalanan yang terkait baik domestik maupun internasional. Kegiatan TIKI telah meningkat secara signifikan dan telah membentuk cabang baru di provinsi-provinsi.  Setelah melewati lebih dari 36 tahun dalam pelayanan, TIKI sangat memahami harapan dari pelanggan yaitu: keamanan, efisiensi, dan tanggung jawab dalam menangani setiap pengiriman.

POS INDONESIA

Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantorpos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jendral G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik. Setelah Kantorpos Batavia didirikan, maka empat tahun kemudian didirikan Kantorpos Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan. Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).
Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini telah mampu menunjukkan kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan insfrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos Indonesia sudah memiliki 3.700 Kantorpos online, serta dilengkapi elektronic mobile pos di beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara solid & terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan untuk mempermudah processing kiriman pos dimana tiap jengkal daerah di Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat untuk memudahkan distribusi pengiriman surat/barang.

Demikian sebagian alternatif jasa pengiriman barang yang bisa anda pilih saat anda berbelanja produk  baju, sepatu, makanan, barang elektronik, tas laptop ransel, accessories, peralatan elektronik, peralatan komunikasi, softcase laptop, mainan anak, peralatan olahraga, perlengkapan rumah, dsb-nya, secara online. Selamat Mencoba, dan Selamat Berbelanja.

share

About grosirtaslaptop

Kami CV. Karyatama yang berlokasi di Malang Jawa Timur adalah supplier aneka tas laptop branded / bermerk / original dengan jaminan harga grosir. Maaf, kata GROSIR disini tidak menjebak anda agar tertarik | www.grosirtaslaptop.com | 081805033202
This entry was posted in TAS LAPTOP and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to TIPS MEMILIH JASA PENGIRIMAN BARANG SAAT BERBELANJA ONLINE

  1. nur says:

    apa alamat YM nya? sy mo chat

  2. http://www.squidoo.com/oil-investing WONDERFUL Post.thanks for share..more wait .. …

  3. http://www.squidoo.com/oil-investing Very nice post. I just stumbled upon your weblog and wanted to say that I have really enjoyed surfing around your blog posts. After all I will be subscribing to your feed and I hope you write again soon!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>